Senin, 27 Desember 2010

MANUSIA DAN KEADILAN

 A. PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proposi tersebut berarti ketidak adilan.Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta unuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban , maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya tentu cenderung disebut memeras. Sebaliknya pula, seorang majikan yang terus menerus menggunakan tenaga orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraan, maka perbuatan itu menjurus kepada sifat memperbudak orang atau pegawainya.
.
B. KEADILAN SOSIAL
Berbicara tentang keadilan, anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila, berbunyi: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"
Dalam dokumen lahirnya Pancasila diusulkan oleh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip " tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka". Dari usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.
Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", menulis sebagai berikut " keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur" , Selanjutnya diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan sosial dalam ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata. Langkah-langkah menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terperinci.
Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan sebagai berikut :
"Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi dan kebudayaan".
Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/ 1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan sebagai berikut.dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama

Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam bergai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3. Pemerataan pembagian pendapatan
4. Pemerataan kesempatan kerja
5. Pemerataan kesempatan berusaha
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi mudadan kaum wanita
7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan

Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan / ketidak adilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidak adilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.
C. BERBAGAI MACAM KEADILAN
a. Keadilan Legal atau keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidak adilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak serasian. Misalnya seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, maka akan terjadi kekacauan.
b. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andai kata ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, juster hal tersebut tidak adil.
c. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena dr. Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga dr. Sukartono.

D. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah terlahirdalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongan disaksikan orang lain. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemulian abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, agama dengan sempurna, apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikan, serta jangan pula pendusta, walaupun dustamu dapat menguntungkan.
Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar.
Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada oarang pandai yang lacung. Barang siapa tidak dapat dipercaya tutur katanya, atau tidak menepati janji dan kesanggupannya, maka termasuk golongan orang munafik sehingga tidak menerima bel;as kasihan Tuhan.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik buruk. Disitu manusia dihadapkan kepada pilihan antara halal dan yang haram, yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, meskipun dapat dilakukan. Dalam hal ini kita melihat sesuatu yang spesifik atau khusus manusiawi. Dalam dunia hewan tidak ada soal tentang jujur dan tidak jujur, patut dan tidak patut, adil dan tidak adil.
Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut M. Alamsyah dalam bukunya Budi nurani, filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran Moral maupun kebenaran Illahi. Nurani yang diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan, dan atas diri keyakinan maka
seseorang diketahui pribadinya. Orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki kepribadian yang burukdan rendah dan sering yakin pada dirinya . karena apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh pikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan.
Bertolak ukur hati nurani seseorang dapat ditebak perasaan moril dan susilanya, yaitu perasaan yang dihayati bila ia harus menentukan pilihan apakah hal itu baik atau buruk, benar atau salah. Hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus menerus berpikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konflik batin, ia akan terus mengalami ketegangan dan sifat kepribadiannya yang semestinya tunggal jadi terpecah. Keadaan demikian sangat mempengaruhi pada jasmanimaupun rokhaninya yang menimbulkan penyakit psikoneorosa. Perasaan etis atau susila ini antara lain wujudnya sebagai kesadaran akan kewajiban, rasa keadilan ataupun ketidak adilan.
Nilai-nilai etis ini dikaitkan dengan hubunhan manusia dengan manusia lainnya.
Selain nilai etis yang ditujukan kepada sesama manusia, hati nurani berkaitan erat juga dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia yang memiliki budi nurani yang amat peka dalam hubungannya dengan Tuhan adalah manusia agama yang selalu ingat kepadaNya, sebagai sang Pencipta, selalu mematuhi apa yang diperintahnya, berusaha untuk tidak melanggar laranganNYa, selalu mensyukuri apa yang diberikanNYa, selalu merasa dirinya berdosa bila tidak menurut apa yang digariskanNYa, akan selalu gelisah tidur bila belum menjalankan ibadah untukNya.
Berbagai hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur, mungkin karena tidak rela, mungkin karena pengaruh lingkungan, karena sosial ekonomi, terpaksa ingin populer, karena sopan santun dan untuk mendidik.
Dalam kehidupan sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri.
E. KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1. aspek ekonomi
2. aspek kebudayaan
3. aspek peradaban
4. aspek tenik

Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki,maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai hal yang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk.

F. PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan=perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu ;
1. manusia menurut sifatnya adalah mahluk bermoral
2. ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut

Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
Akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahlaq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. Untuk itu orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.
Ada tiga macam godaan yaitu ;
1. derajad/pangkat
2. harta
3. wanita

Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan jalan yang tidak wajar. Jalan itu antara lain, fitnah, membohongi, suap, mencuri, merampok, dan menempuh semua jalan yang diharamkan

G. PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atau perbuatan orang lain. Reaksi itu berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Sebagai contoh ; A memberikan makanan kepada B, dilain kesempatan b memberikan minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.
Dalam Al-Qur`an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan, dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan , pergaulan yang bersabahat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.






Sumber:www.gogle.com

Manusia dan harapan


Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. kelangsugnan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita

Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.
Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
1.    teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2. teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis

Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1kepercayaan pada diri sendiri

2. kepercayaan pada orang lain
3. kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan pada Tuhan





Sumber:www.gogle.com

Senin, 01 November 2010

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan.

3.1.Pendekatan kesusastraan
Di zaman sekarang ini ,Sastra sudah menjadi karya seni yang begitu banyak di gunakan orang sebagai media penyaluran ekspresi mereka.contohnya antara lain:Novel,Cerita/Cerpen,syair,pantun,sandiwara,lukisan dan lain lain.Selain penyalur bakat dan ekspresi seni seorang manusia ,sastra juga berfungsi sebagai suatu teknik berkomunikasi antara manusia yang satu dengan yang lain.seperti tradisi budaya betawi yang mewajibkan untuk berpantun sebagai kata sambutan antar mempelai disaat mereka menikah.
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia.Sama sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya.


3.2.Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan prosa
Dalam kesusastraan indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
1)Prosa Lama
a.Dongeng
   Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar benar terjadi,misalnya kejadian di jaman dahulu kala.Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur.
b.Hikayat
   Hikayat adalah karya sastra lama melayu berbentuk prosa yang berbentuk prosa yang berisi cerita,Undang-undang,dan silsilah bersifat rekaan,keagamaan,historis,biografis atau gabungan sifat sifat itu.
c.Sejarah
   Sejarah dalam bahasa indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan.
d.Epos
   Epos adalah cerita pahlawan,menceritakan pahlawan ideal yang menjadi cermin bagi suatu bangsa.
2)Prosa Baru
a.Cerpen
   Cerpen adalah cerita yang di tulis pendek.
b.Novel
   Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia.Bentuk Sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar lantaran daya komunitasnaya yang luas pada masyarakat.
c.Biografi
   Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang bersumber pada subjek rekaan.
d.Kisah
   Kata kisah berasal dari bahasa arab yang bentuk jama'nya yaitu qhisah yang artinya kisah,berita,keadaan,atau mengulang kembali masa lalu.


3.3.Nilai nilai dalam prosa fiksi
Nilai nilai dalam prosa fiksi:
1)Prosa fiksi menyampaikan kesenanagan
2)Prosa fiksi menyampaikan pemberitahuan
3)Prosa fiksi menyampaikan peninggalan kultural
4)Prosa fiksi menyampaikan keseimbangan pengetahuan.


3.4.Ilmu Budaya Dasar yang di hubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra yang kepuitisan,keartistikan,atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan,yaitu:
1)Figura bahasa seperti penjelmaan,kiasan,perbandinagan,dan alegori yang menjadikan puisi tersebut menjadi menarik.
2)Kata kata yang bermakna ambiquitas
3)Kata kata yang penuh jiwa
4)Kata kata yang bersifat konotatif
Salah satu contoh puisi:,
DI MUSIM KERING

Panas ganas meretas bumi
menaring hidup,tanah ternganga
Bernafas haus,bisu mendo'a
Bagai petani di gurun hati
segala hijau tertindas,layu
Hidup surut ke sari akar
Dan bayu lalu,sejuk sebentar
Mendayu naik semua debu


M.Taslim Ali





Sumber:www.gogle.com

Manusia dan Cinta kasih

4.1.Pengertian cinta kasih
Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi.Cinta adalah sumber segalanya,Kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.
Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang di anugerahkan ALLAH SWT kepada makhluknya ,misalnya hewan,kita perhasikan begitu kasihnya kepada anaknya,sehingga rela berkorban jika anaknya di ganggu.Naluri inipun ada pada manusia,di mulai dari kasih sayang orang tua kepada anaknya,begitu pula sebaliknya.


4.2.Cinta menurut ajaran agama
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah.Apabila Cinta tersebut sesuai dengan apa yang di ridhai allah,maka ia akan menjadi ibadah.Dan sebaliknya,jika tidak sesuai dengan ridha-NYA maka akan menjadi perbuatan maksiat.Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkanya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang di murkai allah yaitu kesyirikan.
Cinta yang di bangun karena allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga.
"Katakanlah:Jika kalian cinta kepada allah maka ikutilah aku,niscaya allah akan mencintai kalian."(Ali imran:31).


4.3.Kasih sayang
Kasih sayang dan cinta merupakan milik semua orang.Manifestasi dari Kasih sayang dan cinta dapat menciptakan lingkungan yang tentram.Karena setiap individu menyadari makna yang paling hakiki dari rasa kasih sayang dan cinta.Dengan kasih sayang kita akan selalu menghargai karya orang lain.Dengan cinta juga kita selalu menjaga lingkungan yang harmonis.


4.4.Kemesraan
Kemesraan berasl dari kata mesra yang berarti sangatlah erat.Mesra juga dapat diartikan sebagai suatu proses hubungan yang erat.Secara istilah,Kemesraan dapat di artikan sebagai suatu keadaan dimana kita memiliki hubungan yang sangat erat kepada seseorang,dan kita merasa sangat nyaman bila di dekatnya.


4.5.Pemujaan
Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat di lakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada lelulur,memuja pada agama tertentu dan kepercayaan yang ada.Seperti pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaan bahwa para leluhur yang telah meniggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup.


4.6.Belas kasihan
Belas kasih adalah kebajikan dimana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri,Dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme dasar ke tingkat yang paling tinggi prinsip-prinsip dalam filsafat,masyarakat,dan kepribadian.
cara menumpahkan belas kasih kepada sesema manusia di antaranya adalah ikut merasakan penderitaan orang lain yang sedang terkena musibah.


4.7.Cinta kasih erotis
Cinta erotis adalah cinta yang cenderung mengarah kepada cinta sepasang insan berlainan jenis.Pada hakikatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif,bukan universal,dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat di percaya.Cinta jenis ini kerap kali terjadi pada usia remaja,dimana pada masa ini remaja sedang mengalami masa pubertas.




www.gogle.com

Manusia dan keindahan

5.1.Keindahan
Keindahan berasal dari kata "Indah" yang berarti dalam keadaan enak di pandang.
Keindahan berarti sifat sifat keadaan yang indah.Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
-Nilai estetik
 Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan
-Nilai ekstrinsik
 Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainya.
-Nilai intrinsik
 Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan,atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Kontemplasi adalah

5.2..Renungan
Renungan berasal dari kata renung,artinya diam diam memikirkan sesuatu ,atau memikirkan sesuatu dengan dalam dalam.Renungan adalah hasil merenung .dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain:Teori pengungkapan,Teori metafisik,dan Teori psikologis.
Teori pengungkapan
Dalil teori ini ialah bahwa "arts is an expretion of human feeling"(seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia)Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni.
Teori metafisik
Teori seni yang bercatok metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua ,yakni berasal dari plato yang karya karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat ,konsepsi keindahan dari teori seni.
Teori psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode metode psikologis.


5.3.Keserasian
1)Teori Erikson
    Teori ini di katakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena pada dasarnya setiap perkembanagan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian.
2)Teori Kerjaya Holland
    Teori yang menekankan keserasian perssonaliti perseerikatan untuk mencapai kepuasan yang tinggi.
3)Teori Motivasi
    Teori motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati suatu kebutuhan kognitif,yaitu mengetahui,memahami,dan menjelajahi kebutuhan estetik keserasian.




www.gogle.com

Manusia dan Penderitaan

6.1.Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.Derita berasal dari bahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.


6.2.Siksaan
 Siksaan dapat di artikan sebagai siksaan badan/jasmani dan dapat pula berupa siksa jiwa/rohani.Akibat siksaan yang di alami seseorang timbulah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbanagan,kesepian,dan ketakutan.
Ketakutan  merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.Bila rasa takut itu di besar besarkan tidak pada tempatnya,maka disebut sebagai phobia.Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus,ular,serangga dll.


6.3.Kekalutan mental
Penderitaan dalam ilmu psikologi di kenal sebagai kekalutan mental.Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat di rumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seorang menghadapi persoalan yang harus di atasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
1)Nampak pada jasmani  yang sering merasakan pusing,sesak napas,demem,nyeri pada lambung.
2)Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas,ketakutan,patah hati,apatis,cemburu,mudah marah.

Tahap tahap gangguan pada kejiwaan adalah:
1)Gangguan kejiwaan nampak pada gejala gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2)usaha mempertahankan diri dengan cara negative
3)ketakutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

sebab sebab timbulnya kekalutan mental:
1)Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
2)Terjadinya konflik sosial budaya
3)Cara pematangan batin yang salah.


6.4.Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia mengalami penderitaan,baik berat ataupun ringan.Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati.Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin,bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali.Manusia adalah makhluk berbudaya ,dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya.Hal ini membuat manusia itu kreatif,baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.


6.5.Penderitaan,media masa dan seniman
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan,bencana alam,bencana perang,dll.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati .Tetapai tidak kalah pentingnya komunikasi yang di lakukan para seniman melalui karya seni.


6.6.Penderitaan dan sebab sebab nya
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab sebab timbulnya penderitaan ,maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut:
A)Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
B)Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan atau azab tuhan.


6.7.Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya.Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif.Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia,sikap kecewa,putus asa,ingin bunuh diri.




sumber:www.gogle.com

Asosiasi persamaan dan Perbedaan

Latihan ini bertujuan untukmeningkatkan fungsi kreatifitas otak dan juga kecerdasan verbal.Fungsi kreativitas otak merupakan hal yang sangat penting untuk dilatih setiap hari,karena hal tersebut akan membuat otak senantiasa berfikir untuk mencari sesuatu yang lain dari biasanya atau sesuatu  yang sedikit tidak normal.Jawaban yang sedikit lucu atau aneh dalam latihan ini sama sekali tidak di larang,selama masih dapat membedakan arti kata persamaan maupun perbedaan.





Sumber:Tim power brain Indonesia